renungan katolik

В данной теме Вы можете задавать вопросы об эксплуатации микроскопов сотрудникам компании «Альтами».
Ответить
evanindo
Пользователь
Сообщения: 1
Зарегистрирован: 17 мар 2021, 09:01

renungan katolik

Сообщение evanindo »

Bacaan Injil
Lukas 15:1-3.11-32


"Saudaramu telah mati dan kini hidup kembali."

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:

Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa
biasa datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia.
Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat,
katanya,
"Ia menerima orang-orang berdosa
dan makan bersama-sama dengan mereka."

Maka Yesus menyampaikan perumpamaan ini kepada mereka,
"Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki.
Kata yang bungsu kepada ayahnya,
'Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita
yang menjadi hakku.'
Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu
di antara mereka.

Beberapa hari kemudian
anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu
lalu pergi ke negeri yang jauh.
Di sana ia memboroskan harta miliknya itu
dengan hidup berfoya-foya.
Setelah dihabiskannya harta miliknya,
timbullah bencana kelaparan di negeri itu
dan ia pun mulai melarat.
Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu.
Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babi.
Lalu ia ingin mengisi perutnya
dengan ampas yang menjadi makanan babi itu,
tetapi tidak seorang pun yang memberikannya kepadanya.
Lalu ia menyadari keadaannya, katanya:
'Betapa banyak orang upahan bapaku
yang berlimpah-limpah makanannya,
tetapi aku di sini mati kelaparan.
Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku
dan berkata kepadanya:
Bapa, aku telah berdosa terhadap surga dan terhadap Bapa;
aku tidak layak lagi disebutkan anak Bapa;
jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.'

Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya.
Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihat dia,
lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan.
Ayah itu berlari mendapatkan dia
lalu merangkul dan mencium dia.
Kata anak itu kepadanya:
Bapa, aku telah berdosa terhadap surga dan terhadap Bapa,
aku tidak layak lagi disebutkan anak Bapa.
Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya,
'Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik,
dan pakaikanlah kepadanya;
kenakanlah cincin pada jarinya, dan sepatu pada kakinya.
Dan ambillah anak lembu tambun itu,
sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita.
Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali,
ia telah hilang dan didapat kembali.

Maka mulailah mereka bersukaria.
Tetapi anaknya yang sulung sedang berada di ladang.
Ketika ia pulang dan dekat ke rumah,
ia mendengar bunyi seruling dan nyanyian tari-tarian.
Lalu ia memanggil salah seorang hamba
dan bertanya kepadanya apa arti semuanya itu.
Jawab hamba itu, 'Adikmu telah kembali,
dan ayahmu telah menyembelih anak lembu tambun,
karena ia mendapatnya kembali anak itu dengan selamat.'

Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk.
Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia.
Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya,
'Telah bertahun-tahun aku melayani Bapa,
dan belum pernah aku melanggar perintah Bapa,
tetapi kepadaku
belum pernah Bapa memberikan seekor anak kambing pun
untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku.
Tetapi baru saja datang anak Bapa
yang telah memboroskan harta kekayaan Bapa
bersama dengan pelacur-pelacur,
maka Bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia.'
Kata ayahnya kepadanya,
'Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku,
dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu.
Kita patut bersukacita dan bergembira
karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali,
ia telah hilang dan didapat kembali."

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan Injil
Bacaan Injil hari ini mengisahkan tentang pertobatan si anak bungsu, yang pastinya dapat kita jadikan contoh teladan bagaimana seharusnya kita bertobat.
Pada awalnya anak bungsu ini menuntut apa yang ia pikir adalah haknya, menuntut warisan padahal ayahnya masih hidup, "Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku."
Ini jelas-jelas durhaka.
Kemudian, setelah harta itu diberikan kepadanya, ia tidak menggunakannya sebagaimana mestinya.
Ia memboroskannya dengan hidup berfoya-foya Katolik Kasih sampai akhirnya hartanya pun ludes, dan ia menjadi melarat.
Ini tentu merupakan pelajaran berharga baginya, bagaimana pun tetap lebih baik jika berkumpul bersama keluarga.
Setidaknya, jika terjadi bencana, entah itu bencana kelaparan, bencana alam, atau pun bencana akibat pandemi virus, maka di antara sesama anggota keluarga kita dapat saling bahu-membahu menghadapi bencana itu bersama-sama.

Siapa saja bisa jadi berbuat dosa seperti si anak bungsu itu.
Bertobat dan memohon pengampunan Allah adalah jalan keluar dari siksaan akibat terkungkung oleh beban dosa.
Anak bungsu itu menyadari perbuatannya, Renungan Harian Katolik ia merasa tidak lagi pantas menjadi anak dari bapanya.
Ia memutuskan pulang hendak menjadi orang upahan, "Bapa, aku telah berdosa terhadap surga dan terhadap Bapa; aku tidak layak lagi disebutkan anak Bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa."

Tetapi yang ia peroleh di luar dugaannya.
Ayahnya tidak mengusir atau memarahi dia, melainkan malah menyambut dia dengan sukacita, sampai-sampai membuat kakaknya irihati.

Maka dari itu, marilah kita bertobat dan memohon pengampunan-Nya, "Biarlah Tuhan kembali menyayangi kita, menghapuskan kesalahan-kesalahan kita dan melemparkan segala dosa kita ke dalam tubir-tubir laut."
ignasiusevan.blogspot.com

Ответить